Pmraic2's Blog

Just another WordPress.com weblog

PRESTASI PMR AIC 2 (2005 s.d 2010) 25/11/2009

Filed under: MATERI PMR — PMR PONPES ASSHIDDIQIYAH @ 4:40 am
DATA PRESTASI
PALANG MERAH REMAJA
PONDOK PESANTREN ASSHIDDIQIYAH 2 KOTA TANGERANG
2005 s.d 2010
               
NO NAMA KEGIATAN NAMA PESERTA TAHUN TEMPAT TINGKAT PRESTASI KET
1 Evaluasi Pertolongan Pertama Irphansa dll. 27 Juni 2005 PMI Cabang Kota Tangerang Kota Tangerang Terbaik I Pos Rumah Sakit Wira
2 Evaluasi Pertolongan Pertama Anggi Ar, Pebri J, dkk. 27 Juni 2005 PMI Cabang Kota Tangerang Kota Tangerang Terbaik II Pos Rumah Sakit Madya
3 21st Helfer Jung Anniversary Irphansa & M. Ali Yasin 10 september 2006 SMA N 228 Jakarta Jabodetabek Terbaik III Pertolongan Pertama Wira
4 Eksis 7 Dwi Lomba PMR Irphansa, Anggi AR., Alwin M., Dede S., Rahmat AS., dan Ihya Zahrul A. 11-12 Maret 2006 SMA N 7 Kota Tangerang Banten Juara II Pertolongan Pertama Wira
5 Eksis 7 Dwi Lomba PMR Eka Yunita S., Aisyah Bella & Giah Rahma T.,  11-12 Maret 2006 SMA N 7 Kota Tangerang Banten Juara II Perawatan Keluarga Wira
6 Eksis 7 Dwi Lomba PMR Irphansa & M. Ali Y. 11-12 Maret 2006 SMA N 7 Kota Tangerang Banten Juara I Tandu Mata Tertutup Wira
7 Eksis 7 Dwi Lomba PMR Irphansa & M. Ali Y. 11-12 Maret 2006 SMA N 7 Kota Tangerang Banten Juara Harapan II Tandu Mata Terbuka Wira
8 Eksis 7 Dwi Lomba PMR Amamiah & Syifa Widiyani 11-12 Maret 2006 SMA N 7 Kota Tangerang Banten Juara II Mading Wira
9 Eksis 7 Dwi Lomba PMR All Tiem Wira 11-12 Maret 2006 SMA N 7 Kota Tangerang Banten Piala Bergilir Gubernur Propinsi Banten Wira
10 Eksis 7 Dwi Lomba PMR Dewi Intan & Hana Dini Suci 11-12 Maret 2006 SMA N 7 Kota Tangerang Banten Juara I Mading Madya
11 Aksi Jaw Trush Ali & Iqbal 06 Agustus 2006 SMP N 18 Tangerang Se-Kota Kabupaten Tangerang Juara II Tandu Putra Madya
12 Aksi Jaw Trush Iqbal & Rizki 06 Agustus 2006 SMP N 18 Tangerang Se-Kota  Kabupaten Tangerang Juara III Tandu Putra Madya
13 Kreatifitas Remaja  Irphansa & M. Ali Y. 27 Agustus 2006 SMP N 5 Bekasi Jabotabek Juara II Tandu Putra Wira
14 4th YRC KSR PMI Rahmat AS & Alwin M. 29 Juni 1905 PMI Cabang Kota Tangerang Kota Tangerang Juara I Tandu Putra Wira
15 4th YRC KSR PMI Rizki & Anggi (Naum) 29 Juni 1905 PMI Cabang Kota Tangerang Kota Tangerang Juara III Tandu Putra Madya
16 Dwi Lomba-1  Rahmat AS & Alwin M. 29 Juni 1905 SMA N I Balaraja Se-Kota Kabupaten Tangerang Juara I Tandu Putra Wira
17 Dwi Lomba-1  Dede S. & Anggi Ar. 29 Juni 1905 SMA N I Balaraja Se-Kota Kabupaten Tangerang Juara II Pertolongan Pertama Wira
18 Dwi Lomba-1  Reza Fajriansyah & Imam Ali S. 29 Juni 1905 SMA N I Balaraja Se-Kota Kabupaten Tangerang Juara I Tandu Putra Madya
19 2nd Aksi Jaw Trush Reza Fajriansyah & Imam Ali S. 23 Desember 2007 SMP N 18 Tangerang Se-Kota – Kabupaten Tangerang Juara I Tandu Putra Madya
20 2nd Aksi Jaw Trush Afrizal & Rizki 23 Desember 2007 SMP N 18 Tangerang Se-Kota – Kabupaten Tangerang Juara II Tandu Putra Madya
21 2nd Aksi Jaw Trush Alwin M. & Rahmat Aditya S. 23 Desember 2007 SMP N 18 Tangerang Se-Kota – Kabupaten Tangerang Juara II Tandu Putra Wira
22 Jumbara I PMR PMI Cabang Kota Tangerang Alwin Maulana, Iqbal Ali, Rahmat AS, M. Fauzi, Ihya Zahrul A., Nursalim,  7-10 Mei 2008 SATRUDAL TNI AU Kota Tangerang Juara I Lomba Gatrik Wira
23 Jumbara I PMR PMI Cabang Kota Tangerang Anggi Ar. & Dede Supriatna 7-10 Mei 2009 SATRUDAL TNI AU Kota Tangerang Juara II Lomba Lempar Koin Wira
24 12 th Wilapa Competition Shendy Tiara Putri 16 November 2008 SMA N 84 Jakarta Barat Jabodetabek Juara Harapan II Membuat Komik  Wira
25 12 th Wilapa Competition Imam Ali S. & Irwan Maulana N. 16 November 2008 SMA N 84 Jakarta Barat Jabodetabek Juara Harapan I Lomba Tandu Darurat Putra Madya
26 3rd Aksi Jaw Trush Imam Ali S. & Irwan Maulana N. 18 Januari 2009 SMP N 18 Tangerang Se-Kota – Kabupaten Tangerang Juara I Tandu Darurat Putra Madya
27 3rd Aksi Jaw Trush Imam Ali S. & Irwan Maulana N. 18 Januari 2009 SMP N 18 Tangerang Se-Kota – Kabupaten Tangerang Juara I Tandu Darurat Mata Tertutup Madya
28 3rd Aksi Jaw Trush Danar S. & Rizki  18 Januari 2009 SMP N 18 Tangerang Se-Kota – Kabupaten Tangerang Juara III Tandu Darurat Mata Tertutup Madya
29 3rd Aksi Jaw Trush M. Permata Samudera 18 Januari 2009 SMP N 18 Tangerang Se-Kota – Kabupaten Tangerang Terbaik I Lomba Teori Kepalangmerahan Wira
30 3rd Aksi Jaw Trush Siti Ana Istiana & Bima 18 Januari 2009 SMP N 18 Tangerang Se-Kota – Kabupaten Tangerang Juara III Tandu Darurat Campuran Wira
31 Wilapa Competition 13 th Nilna Rahma Qorry’aina 29 November 2009 SMAN 84 Jakarta Barat Se-Jabodetabek Juara I Lomba Artikel Wira
32 Wilapa Competition 13 th M. Permata Samudera 29 November 2009 SMAN 84 Jakarta Barat Se-Jabodetabek Peringkat IV Lomba Tes Tertulis Wira
33 5th Youth Red Cross Competition 2010 Rausyan Fikri M. & Azhar Fauzi 13-14 Februari 2010 PMI Cabang Kota Tangerang Se-Kota Tangerang Juara II Tandu Darurat Pa Madya
34 5th Youth Red Cross Competition 2010 Santoso & partner 13-14 Februari 2010 PMI Cabang Kota Tangerang Se-Kota Tangerang Juara III Tandu Darurat Pa Wira
35 Sevross Coma Rausyan Fikri M. & Azhar Fauzi 18 April 2010 SMA N 7 Kota Tangerang Se-Kota Kabupaten Tangerang & Tangsel Juara II Tandu Mata Terbuka Pa Madya
36 Sevross Coma Rausyan Fikri M. & Azhar Fauzi 18 April 2010 SMA N 7 Kota Tangerang Se-Kota Kabupaten Tangerang & Tangsel Juara III Tandu Mata Tertutup Pa Madya
 

Henry Dunant 17/08/2009

Filed under: MATERI PMR — PMR PONPES ASSHIDDIQIYAH @ 12:48 pm

Henry Dunant

jhd pluss

From Wikipedia, the free encyclopedia

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

Dunant as an elderly man

masa tua 2

Jean Henri Dunant (May 8, 1828 – October 30, 1910), aka Henry Dunant or Henri Dunant , was a Swiss businessman and social activist.

Jean Henri Dunant (8 Mei 1828 – 30 Oktober 1910), Henry Dunant atau Henri Dunant, adalah seorang pengusaha Swiss dan aktivis sosial.

During a business trip in 1859, he was witness to the aftermath of the Battle of Solferino in modern day Italy .

Selama perjalanan bisnis pada tahun 1859, ia menjadi saksi dari Pertempuran di Solferino di Italia.

He recorded his memories and experiences in the book A Memory of Solferino which inspired the creation of the International Committee of the Red Cross (ICRC) in 1863.

Dia mencatat kenangan dan pengalamannya dalam buku “A Memory of Solferino” yang mengilhami terbentuknya Komite Internasional Palang Merah (ICRC) pada tahun 1863.

The 1864 Geneva Convention was based on Dunant’s ideas; In 1901 he received the first Nobel Peace Prize together with Frédéric Passy .

Konvensi Jenewa 1864 yang didasarkan pada gagasan Dunant; pada tahun 1901, dia menerima Nobel Peace Prize pertama bersama-sama dengan Frédéric Passy.

Awal kehidupan dan pendidikan

jen HD warna

Dunant was born in Geneva , Switzerland as the first son of businessman Jean-Jacques Dunant and his wife Antoinette Dunant-Colladon.

Dunant dilahirkan di Jenewa, Swiss sebagai anak pertama dari pengusaha Jean-Jacques Dunant dan istrinya Antoinette Dunant-Colladon.

His family was very devoutly Calvinist and had significant influence in Geneva society.

Keluarganya sangat tulus ikhlas Calvinist dan memiliki pengaruh signifikan di masyarakat Jenewa .

His parents strongly stressed the value of social work, and his father was active helping orphans and parolees, while his mother worked with the sick and poor.

Orang tuanya sangat menekankan nilai sosial, dan ayahnya juga aktif membantu anak yatim dan parolees, sedangkan ibunya bekerja dengan orang sakit dan miskin.

Dunant grew up during the period of religious awakening known as the Réveil , and at age eighteen he joined the Geneva Society for Alms giving.

Dunant tumbuh pada periode agama terbangunnya dikenal sebagai Réveil, dan pada usia delapan belas tahun ia bergabung dengan Masyarakat Jenewa untuk memberikan zakat.

In the following year, together with friends, he founded the so-called “Thursday Association”, a loose band of young men that met to study the Bible and help the poor, and he spent much of his free time engaged in prison visits and social work.

Pada tahun berikutnya, bersama dengan teman-temannya, ia mendirikan apa yang disebut “Kamis Asosiasi”, yang lepas dari band muda laki-laki yang bertemu untuk belajar Alkitab dan membantu masyarakat miskin, dan ia menghabiskan banyak waktunya untuk orang yang terlibat dalam penjara dan kunjungan pekerjaan sosial.

On November 30, 1852, he founded the Geneva chapter of the YMCA and three years later he took part in the Paris meeting devoted to the founding of its international organization.

Pada tanggal 30 November 1852, ia mendirikan Jenewa bab dari YMCA dan tiga tahun kemudian ia ikut ambil bagian dalam pertemuan Paris yang dikhususkan kepada pembinaan organisasi internasional.

In 1849, at age 21, Dunant was forced to leave the Collège Calvin because of bad grades, and he began an apprenticeship with the money-changing firm Lullin et Sautter .

Pada tahun 1849, pada usia 21, Dunant dipaksa meninggalkan College Calvin karena nilai yang buruk, dan ia memulai magang pada perusahaan Pertukaran Uang Lullin et Sautter.

After its successful conclusion, he remained as an employee of the bank.

Setelah berhasil , ia menetap sebagai karyawan bank.

Aljazair

Henri Dunant, around 1860.

Henri Dunant, sekitar tahun 1860.

In 1853, Dunant visited Algeria , Tunisia , and Sicily , on assignment with a company devoted to the “colonies of Setif” ( Compagnie genevoise des Colonies de Sétif ).

Dalam 1853, Dunant mengunjungi Aljazair, Tunisia, dan Sicily, bertugas pada sebuah perusahaan yang dikhususkan untuk “koloni dari Setif” (Compagnie genevoise des koloni de Setif).

Despite little experience, he successfully fulfilled the assignment.

Walaupun sedikit pengalaman, ia berhasil menyelesaikan tugas.

Inspired by the trip, he wrote his first book with the title An Account of the Regency in Tunis (Notice sur la Régence de Tunis), published in 1858.

Terinspirasi oleh perjalanan itu, dia, menulis buku pertama dengan judul An Account Kabupaten di Tunisia (Notice sur la Régence dari Tunisia), yang diterbitkan pada tahun 1858.

In 1856, he created a business to operate in foreign colonies, and, after granted a land concession by French-occupied Algeria, a corn-growing and trading company called the Financial and Industrial Company of Mons-Djémila Mills ( Société financière et industrielle des Moulins des Mons-Djémila ).

Pada tahun 1856, ia membuat usaha untuk beroperasi di luar negeri koloni, dan, setelah diberikan lahan konsesi yang diduduki oleh Perancis-Aljazair, jagung yang tumbuh terus-menerus dan perdagangan perusahaan disebut Keuangan dan Industri Perusahaan dari Mons-Djémila Mills (Société financière et des industrielle Moulins des-Mons Djémila).

However, the land and water rights were not clearly assigned, and the colonial authorities were not especially cooperative.

Namun, hak-hak tanah dan air yang tidak jelas ditetapkan, dan otoritas kolonial tidak khususnya koperasi.

As a result, Dunant decided to appeal directly to French emperor Napoléon III , who was with his army in Lombardy at the time.

Akibatnya, Dunant memutuskan untuk naik banding langsung ke Perancis emperor Napoleon III, yang dengan tentara di Lombardy pada saat itu.

France was fighting on the side of Piedmont-Sardinia against Austria , who had occupied much of today’s Italy .

Perancis telah berjuang di samping Piedmont-Sardinia melawan Austria, yang telah menduduki banyak sekarang Italia.

Napoleon’s headquarters were located in the small city of Solferino .

Napoleon dari kantor pusat yang terletak di kota kecil Solferino.

Dunant wrote a flattering book full of praise for Napoleon III with the intention to present it to the emperor, and then traveled to Solferino to meet with him personally.

Dunant menulis buku nyanjung penuh dengan pujian untuk Napoleon III dengan maksud untuk hadir ke maharaja, kemudian perjalanan ke Solferino untuk bertemu dengan dia secara pribadi.

Battle of Solferino

bukunya

Dunant arrived on Solferino on the evening of June 24, 1859, on the same day a battle between the two sides had occurred nearby.

Dunant tiba di Solferino pada malam 24 Juni 1859, pada hari yang sama sebuah peperangan antara kedua belah pihak telah terjadi di dekatnya.

Thirty-eight thousand wounded, dying and dead, remained on the battlefield, and there appeared to be little attempt to provide care.

Tiga puluh delapan ribu luka, mati dan mati, masih di medan perang, dan ternyata ada sedikit akan berusaha untuk memberikan perawatan.

Shocked, Dunant himself took the initiative to organize the civilian population, especially the women and girls, to provide assistance to the injured and sick soldiers.

Shocked, Dunant dirinya mengambil inisiatif untuk mengatur penduduk sipil, terutama perempuan dan anak perempuan, untuk memberikan bantuan kepada prajurit yang terluka dan sakit.

They lacked sufficient materials and supplies, and Dunant himself organized the purchase of needed materials and helped erect makeshift hospitals.

Mereka kekurangan bahan dan pasokan mencukupi, dan Dunant sendiri disusun pembelian bahan-bahan yang diperlukan dan membantu mendirikan rumah sakit sementara.

He convinced the population to service the wounded without regard to their side in the conflict as per the slogan “Tutti fratelli” (All are brothers) coined by the women of nearby city Castiglione delle Stiviere.

Dia yakin penduduk untuk melayani luka tanpa mempedulikan sisi mereka dalam konflik per slogan “Tutti fratelli” (All are brothers) coined oleh wanita yang dekat kota Castiglione delle Stiviere.

He also succeeded in gaining the release of Austrian doctors captured by the French.

Dia juga berhasil memperoleh rilis Austria dokter diambil oleh Perancis.

The Red Cross After returning to Geneva early in July, Dunant decided to write a book about his experiences, which he titled Un Souvenir de Solferino (A Memory of Solferino).

Setelah kembali ke Jenewa pada awal Juli, Dunant memutuskan untuk menulis buku tentang pengalaman dia, dia yang berjudul Un Souvenir de Solferino (A Memory of Solferino).

It was published in 1862 in an edition of 1,600 copies and was printed at Dunant’s own expense.

Ia telah diterbitkan di dalam edisi 1862 dari 1.600 eksemplar dan telah dicetak di Dunant sendiri biaya.

Within the book, he described the battle, its costs, and the chaotic circumstances afterwards.

Di dalam buku, ia menggambarkan peperangan, dan biaya, dan setelah itu keadaan kacau-balau.

He also developed the idea that in the future a neutral organization should exist to provide care to wounded soldiers.

Dia juga mengembangkan gagasan bahwa di masa depan organisasi yang netral harus ada untuk memberikan perawatan kepada prajurit luka.

He distributed the book to many leading political and military figures in Europe.

Dia didistribusikan ke buku terkemuka banyak tokoh politik dan militer di Eropa.

Drawing of the five founders of the International Committee.

Menggambar dari lima pendiri Komite Internasional.

Dunant also began to travel through Europe to promote his ideas.

Dunant juga mulai perjalanan melalui Eropa untuk mempromosikan ide-ide nya.

His book was largely positively received, and the President of the Geneva Society for Public Welfare, jurist Gustave Moynier , made the book and its suggestions the topic of the February 9, 1863 meeting of the organization.

Bukunya yang sangat positif yang diterima, dan Presiden dari Masyarakat Jenewa untuk Kesejahteraan Masyarakat, yuris Gustave Moynier, menjadikan buku dan saran topik di 9 Februari 1863 pertemuan organisasi.

Dunant’s recommendations were examined and positively assessed by the members.

Dunant’s rekomendasi yang diteliti dan dinilai positif oleh anggota.

They created a five-person Committee to further pursue the possibility of their implementation and made Dunant one of the members.

Mereka membuat lima orang Komite untuk mencari kemungkinan mereka pelaksanaan dan Dunant dibuat salah satu anggota.

The others were Moynier, the Swiss army general Henri Dufour , and doctors Louis Appia and Théodore Maunoir .

Yang lain adalah Moynier, di Swiss tentara umum Henri Dufour, dan dokter Louis Appia dan Theodore Maunoir.

Their first meeting on February 17, 1863 is now considered the founding date of the International Committee of the Red Cross.

Pertemuan pertama mereka pada 17 Februari 1863 kini dianggap didirikan pada tanggal Komite Internasional Palang Merah.

From early on, Moynier and Dunant had increasing disagreements and conflicts regarding their respective visions and plans.

Dari awal, Moynier dan Dunant telah meningkatkan konflik dan perbedaan pendapat tentang masing-masing visi dan rencana.

Moynier considered Dunant’s idea to establish neutrality protections for care providers implausible and advised Dunant not to insist upon this concept.

Moynier menganggap gagasan Dunant untuk mendirikan netralitas untuk perlindungan dan perawatan implausible selular Dunant disarankan untuk tidak bersikeras pada konsep ini.

However, Dunant continued to advocate this position in his travels and conversations with high-ranking political and military figures.

Namun, Dunant terus melakukan advokasi di posisi ini perjalanan dan percakapan dengan peringkat tinggi-tokoh politik dan militer.

This intensified the personal conflict between Moynier, who took a rather pragmatic approach to the project, and Dunant who was the visionary idealist among the five, and led to efforts by Moynier to attack Dunant and his bid for leadership.

Ini intensif pribadi konflik antara Moynier, yang mengambil pendekatan yang lebih pragmatis terhadap proyek, dan Dunant yang merupakan visi idealis di antara lima, dan dipimpin oleh Moynier ke upaya untuk menyerang Dunant dan tawaran untuk kepemimpinan.

In October 1863, 14 states took part in a meeting in Geneva organized by the committee to discuss the improvement of care for wounded soldiers.

Pada bulan Oktober 1863, 14 negara ikut ambil bagian dalam pertemuan di Jenewa yang disusun oleh komite untuk membahas peningkatan perawatan untuk luka prajurit.

Dunant himself, however, was only a protocol leader because of Moynier’s efforts to diminish his role.

Dunant sendiri, tetapi, hanya karena protokol pemimpin Moynier dari upaya untuk mengurangi peranannya.

A year later, a diplomatic conference organized by the Swiss Parliament led to the signing of the first Geneva Convention by 12 states.

Setahun kemudian, seorang diplomat konferensi diselenggarakan oleh Swiss Parlemen dipimpin dengan penandatanganan pertama Konvensi Jenewa oleh 12 negara.

Dunant, again, was only in charge of organizing accommodation for the attendees.

Dunant, sekali lagi, hanya dalam mengatur akomodasi dan biaya untuk Hadirin.

Lupa periode

monumen jhd

Dunant’s businesses in Algeria had suffered, partially because of his devotion to his humanistic ideals.

Dunant dari bisnis di Aljazair telah menderita, karena sebagian orang humanistik kesetiaan kepada cita-cita.

In April 1867, the bankruptcy of the financial firm Crédit Genevois led to a scandal involving Dunant.

Pada bulan April 1867, maka dari kebangkrutan keuangan perusahaan Kredit Genevois menyebabkan sebuah skandal melibatkan Dunant.

He was forced to declare bankruptcy and was condemned by the Geneva Trade Court on August 17, 1868 for deceptive practices in the bankruptcies.

Dia telah dipaksa untuk menyatakan kepailitan dan telah dikutuk oleh Pengadilan Perdagangan Jenewa pada 17 Agustus 1868 untuk menipu dalam praktik bankruptcies.

Due to their investments in the firm, his family and many of his friends were also heavily affected by the downfall of the company.

Karena investasi di perusahaan, keluarganya dan banyak dari teman-temannya juga sangat dipengaruhi oleh keruntuhan perusahaan.

The social outcry in Geneva, a city deeply rooted in Calvinist traditions, also led to calls for him to separate himself from the International Committee.

Sosial gaduh di Jenewa, kota yang sangat berakar dalam tradisi Calvinist, juga menyebabkan panggilan baginya untuk memisahkan diri dari Komite Internasional.

On August 25, 1867, he resigned as Secretary and, on September 8, he was fully removed from the Committee.

Pada tanggal 25 Agustus 1867, ia mengundurkan diri sebagai Sekretaris, dan pada September 8, dia sepenuhnya disingkirkan dari Komite.

Moynier, who had become President of the Committee in 1864, played a major role in his expulsion.

Moynier, yang telah menjadi Presiden Komite pada 1864, yang memainkan peran utama dalam pengusiran.

In February 1868, Dunant’s mother died.

Pada bulan Februari 1868, Ibu Dunant meninggal.

Later that year he was also expelled from the YMCA.

Kemudian tahun itu juga ia diusir dari YMCA.

In March 1867, he left his home city Geneva and would not return for the rest of his life.

Pada Maret 1867, dia meninggalkan rumahnya kota Jenewa dan tidak akan kembali untuk sisa hidupnya.

In the following years, Moynier likely used his influence to attempt to ensure that Dunant would not receive assistance from his friends and support.

Pada tahun-tahun berikutnya, Moynier kemungkinan pengaruhnya digunakan untuk mencoba untuk memastikan bahwa Dunant tidak akan menerima bantuan dari teman-temannya dan dukungan.

For example, the gold medal prize of Sciences Morales at the Paris World’s Fair did not go to Dunant as originally planned but to Moynier, Dufour, and Dunant together so that the prize money would only go to the Committee as a whole.

Misalnya, medali emas hadiah dari Ilmu Morales di Paris World’s Fair tidak pergi ke Dunant tetapi sebagai awalnya direncanakan untuk Moynier, Dufour, dan Dunant bersama agar hadiah uang hanya akan pergi ke Panitia secara keseluruhan.

Napoléon III’s offer to take over half of Dunant’s debts if Dunant’s friends would secure the other half was also thwarted by Moynier’s efforts.

Napoleon III dari menawarkan untuk mengambil alih dari setengah dari Dunant hutang jika Dunant akan aman dari teman-teman yang lain juga setengah thwarted oleh upaya Moynier.

Dunant moved to Paris , where he lived in meager conditions.

Dunant pindah ke Paris, dimana dia tinggal dalam kondisi kurus.

However, he continued to pursue his humanitarian ideas and plans.

Namun, ia terus mengejar ide kemanusiaan dan rencananya.

During the Franco-Prussian War (1870-1871), he founded the Common Relief Society ( Allgemeine Fürsorgegesellschaft ) and soon after the Common Alliance for Order and Civilization ( Allgemeine Allianz für Ordnung und Zivilisation ).

Selama Franco-Prussian War (1870-1871), ia mendirikan Common Relief Masyarakat (Allgemeine Fürsorgegesellschaft) dan segera setelah common Aliansi untuk Ketertiban dan peradaban (Allgemeine Allianz für Ordnung und Zivilisation).

He argued for disarmament negotiations and for the erection of an international court to mediate international conflicts.

Dia berpendapat untuk pelucutan senjata dan negosiasi untuk pembangunan sebuah pengadilan internasional untuk menengahi konflik internasional.

Later he worked for the creation of a world library, an idea which has echoes in future projects such as UNESCO .

Ia bekerja untuk menciptakan dunia perpustakaan, sebuah ide yang telah Echoes di masa depan proyek seperti UNESCO.

In his continued pursuit and advocacy of his ideas, he further neglected his personal situation and income, falling further in debt and being shunned by his acquaintances.

Terus dalam pengejaran dan advokasi kepada ide, ia lebih diabaikannya situasi dan pendapatan pribadi, jatuh lebih dalam hutang dan menjadi shunned oleh para kenalan.

Despite being appointed an honorary member of the national Red Cross societies of Austria , the Netherlands , Sweden , Prussia and Spain , he was nearly forgotten in the official discourse of the Red Cross Movement, even as it was rapidly expanding to new countries.

Walaupun diangkat menjadi sebuah kehormatan anggota nasional masyarakat dari Palang Merah Indonesia, di Belanda, Swedia, Prussia dan Spanyol, ia hampir terlupakan dalam wacana resmi dari Gerakan Palang Merah, bahkan seperti yang berkembang pesat ke negara-negara baru.

He lived in poverty , moving to various places between 1874 and 1886, including Stuttgart , Rome , Corfu , Basel , and Karlsruhe .

Ia hidup dalam kemiskinan, pindah ke berbagai tempat antara 1874 dan 1886, termasuk Stuttgart, Roma, Corfu, Basel, dan Karlsruhe.

In Stuttgart he met the Tübingen University student Rudolf Müller with whom he would have a close friendship.

Di Stuttgart ia bertemu dengan Universitas Tübingen siswa Rudolf Müller dengan siapa dia akan memiliki persahabatan dekat.

In 1881, together with friends from Stuttgart, he went to the small Swiss resort village Heiden for the first time.

Dalam 1881, bersama dengan teman-teman dari Stuttgart, ia pergi ke desa kecil Swiss Resor Heiden untuk pertama kalinya.

In 1887 while living in London , he began to receive some monthly financial support from some distant family members.

Sedangkan pada tahun 1887 tinggal di London, dia mulai menerima bantuan keuangan bulanan jauh dari beberapa anggota keluarga.

This enabled him to live a somewhat more secure existence, and he moved to Heiden in July.

Ini memungkinkan dia untuk hidup yang sedikit lebih aman keberadaan, dan ia pindah ke Heiden pada bulan Juli.

He spent the rest of his life there, and after April 30, 1892 he lived in a hospital and nursing home led by Dr. Hermann Altherr.

Dia menghabiskan sisa hidupnya di sana, dan setelah 30 April 1892 dia tinggal di sebuah rumah sakit swasta dan rumah sakit yang dipimpin oleh Dr Herman Altherr.

In Heiden, he met the young teacher Wilhelm Sonderegger and his wife Susanna; they encouraged him to record his life experiences.

Dalam Heiden, ia bertemu dengan guru muda Wilhelm Sonderegger dan istrinya Susanna, mereka mendorong dia untuk merekam pengalaman hidupnya.

Sonderegger’s wife founded a branch of the Red Cross in Heiden and in 1890 Dunant became its honorary president.

Istri Sonderegger mendirikan sebuah cabang dari Palang Merah di Heiden dan pada tahun 1890 menjadi Dunant dan kehormatan presiden.

With Sonderegger, Dunant hoped to further promote his ideas, including publishing a new edition of his book.

Dengan Sonderegger, Dunant diharapkan untuk mempromosikan ide-ide nya, termasuk penerbitan baru edisi bukunya.

However, their friendship later was strained by Dunant’s unjustified accusations that Sonderegger, with Moynier in Geneva, was somehow conspiring against Dunant.

Namun, persahabatan mereka nanti telah tersaring oleh Dunant dari tuduhan yang tdk tepat Sonderegger, dengan Moynier di Jenewa, entah itu conspiring terhadap Dunant.

Sonderegger died in 1904 at the age of only forty-two.

Sonderegger meninggal pada 1904 pada usia hanya empat puluh dua.

Despite their strained relationship, Dunant was deeply moved by the unexpected death.

Walaupun hubungan mereka tegang, Dunant telah dipindahkan secara mendalam oleh kematian mendadak.

Wilhelm and Susanna Sonderegger’s admiration for Dunant, felt by both even after Dunant’s allegations, was passed on to their children.

Wilhelm dan Susanna Sonderegger dari kekaguman untuk Dunant, bahkan dirasakan oleh kedua setelah Dunant dari dugaan, disahkan pada anak-anak mereka.

In 1935, their son René published a compilation of letters from Dunant to his father.

Dalam 1935, anak laki-lakinya René menerbitkan kompilasi dari huruf Dunant kepada ayahnya.

Kembali ke publik

Memori Henry Dunant memorial in Heiden, Switzerland .

Henry Dunant peringatan di Heiden, Swiss.

Henry Dunant Monument in Wagga Wagga , Australia

Henry Dunant Monumen di Wagga Wagga, Australia

In September 1895, Georg Baumberger, the chief editor of the St.

Pada bulan September 1895, Georg Baumberger, pemimpin editor dari Santo.

Gallen newspaper Die Ostschweiz , wrote an article about the Red Cross founder, whom he had met and conversed with during a walk in Heiden a month earlier.

Gallen koran Die Ostschweiz, menulis artikel tentang pendiri Palang Merah, siapa dia dan bertemu dengan conversed saat berjalan di Heiden satu bulan sebelumnya.

The article entitled “Henri Dunant, the founder of the Red Cross”, appeared in the German Illustrated Magazine Über Land und Meer , and the article was soon reprinted in other publications throughout Europe.

Artikel berjudul “Henri Dunant, pendiri Palang Merah”, muncul di Jerman Illustrated Magazine Über Land und Meer, dan artikel itu segera reprinted publikasi lainnya di seluruh Eropa.

The article struck a chord, and he received renewed attention and support.

Artikel yang terkena senar, dan dia menerima perhatian dan dukungan diperpanjang.

He received the Swiss Binet-Fendt Prize and a note from Pope Leo XIII.

Dia diterima di Swiss Binet-Fendt Hadiah dan catatan dari Pope Leo XIII.

Because of support from Russian tsarist widow Maria Feodorovna and other donations, his financial situation improved remarkably.

Karena dukungan dari Rusia tsarist janda Maria Feodorovna dan donasi lainnya, maka sungguh memperbaiki situasi keuangan.

In 1897, Rudolf Müller, who was now working as a teacher in Stuttgart, wrote a book about the origins of the Red Cross, altering the official history to stress Dunant’s role.

Dalam 1897, Rudolf Müller, yang kini bekerja sebagai seorang guru di Stuttgart, menulis sebuah buku mengenai asal usul Palang Merah, mengubah sejarah resmi ke stres Dunant peran.

The book also contained the text of “A memory of Solferino”.

Buku ini juga berisi teks “Sebuah memori Solferino”.

Dunant began an exchange of correspondence with Bertha von Suttner and wrote numerous articles and writings.

Dunant mulai sebuah pertukaran korespondensi dengan Bertha von Suttner dan menulis berbagai artikel dan tulisan-tulisan.

He was especially active in writing about women’s rights, and in 1897 facilitated the founding of a “Green Cross” women’s organization whose only section was briefly active in Brussels.

Dia aktif terutama dalam menulis tentang hak-hak perempuan, dan pada 1897 yang difasilitasi mendirikan sebuah “Green Cross” organisasi perempuan yang seksi itu hanya sebentar aktif di Brussels.

Nobel Peace Prize In 1901, Dunant was awarded the first-ever Nobel Peace Prize for his role in founding the International Red Cross Movement and initiating the Geneva Convention. Norwegian military physician Hans Daae, who had received a copy of Müller’s book, advocated Dunant’s case on the Nobel committee.

Dalam 1901, Dunant telah diberikan pertama-lamanya Nobel Peace Prize untuk peranannya dalam mendirikan Palang Merah Internasional dan Gerakan memulai dengan Konvensi Jenewa. Norwegia Hans Daae dokter militer, yang telah menerima salinan Müller buku, advocated Dunant kasus pada Nobel komite.

The award was jointly given to French pacifist Frédéric Passy , founder of the Peace League and active with Dunant in the Alliance for Order and Civilization.

Penghargaan yang sama diberikan kepada Perancis suka damai Frédéric Passy, pendiri dari Perdamaian UEFA dengan Dunant dan aktif dalam Aliansi untuk Ketertiban dan peradaban.

The official congratulations which he received from the International Committee finally represented the rehabilitation of Dunant’s reputation:

Resmi selamat yang ia terima dari Komite Internasional akhirnya diwakili rehabilitasi Dunant reputasi:

“There is no man who more deserves this honour, for it was you, forty years ago, who set on foot the international organization for the relief of the wounded on the battlefield. Without you, the Red Cross, the supreme humanitarian achievement of the nineteenth century would probably have never been undertaken.”

“Tidak ada orang yang lebih pantas ini kehormatan, untuk itu anda, empat puluh tahun yang lalu, yang ditetapkan pada kaki organisasi internasional untuk bantuan kemanusiaan yang terluka di medan perang. Tanpa anda, Palang Merah, dengan pencapaian tertinggi kemanusiaan yang abad kesembilanbelas yang mungkin belum pernah dilakukan. “

Moynier and the International Committee as a whole had also been nominated for the prize.

Moynier dan Komite Internasional secara keseluruhan juga telah dicalonkan untuk hadiah.

Although Dunant was supported by a broad spectrum in the selection process, he was still a controversial candidate.

Dunant walaupun telah didukung oleh spektrum yang luas dalam proses seleksi, dia masih menjadi kandidat kontroversial.

Some argued that the Red Cross and the Geneva Convention had made war more attractive and imaginable by eliminating some of its suffering.

Beberapa berpendapat bahwa Palang Merah dan Konvensi Jenewa perang telah dibuat lebih menarik dan dipikirkan oleh menghilangkan beberapa menderita.

Therefore Müller, in a letter to the committee, argued that the prize should be divided between Dunant and Passy, who for some time in the debate had been the leading candidate to be the sole recipient of the prize.

Oleh karena itu Müller, dalam sebuah surat kepada komite, berpendapat bahwa hadiah harus dibagi antara Dunant dan Passy, yang untuk beberapa waktu dalam perdebatan pernah menjadi calon pemimpin untuk menjadi satu-satunya penerima hadiah.

Müller also suggested that if a prize were to be warranted for Dunant, it should be given immediately because of his advanced age and ill health.

Müller juga menyatakan bahwa jika hadiah yang akan diperlukan untuk Dunant, harus segera diberikan karena orang sakit dan lanjut usia kesehatan.

By dividing the prize between Passy, a pacifist, and Dunant, a humanitarian, the Nobel Committee set a precedent for the conditions of the Nobel Peace Prize selection which would have significant consequences in later years.

Dengan membagi hadiah antara Passy, yang suka damai, dan Dunant, sebuah kemanusiaan, yang ditetapkan Komite Nobel teladan bagi ketentuan Nobel Peace Prize pilihan yang memiliki konsekuensi yang signifikan di tahun-tahun kemudian.

A section of Nobel’s will had indicated that the prize should go to an individual who had worked to reduce or eliminate standing armies, or directly to promote peace conferences, which made Passy a natural choice for his peace work.

Bagian yang akan’s Nobel telah menunjukkan bahwa hadiah harus pergi ke seorang individu yang telah bekerja untuk mengurangi atau menghilangkan berdiri tentara, atau langsung untuk mempromosikan konferensi perdamaian, yang Passy alam pilihan untuk perdamaian bekerja.

On the other hand, the arguably distinct bestowal for humanitarian effort alone was seen by some as a wide interpretation of Nobel’s will.

Di sisi lain, yang berbeda arguably penganugerahan bagi upaya kemanusiaan sendiri dinilai oleh beberapa sebagai lebar dari interpretasi dari Nobel akan.

However, another part of Nobel’s testament marked the prize for the individual who had best enhanced the “brotherhood of people,” which could be interpreted more generally as seeing humanitarian work like Dunant’s as connected to peacemaking as well.

Namun, bagian lain dari surat wasiat Nobel ditandai hadiah bagi individu yang telah ditingkatkan yang terbaik “persaudaraan orang,” yang dapat diinterpretasikan lebih umumnya melihat kemanusiaan sebagai pekerjaan seperti Dunant sebagai terhubung ke perdamaian juga.

Many recipients of the Nobel Peace Prize in later years can be assigned to either of these two categories first roughly established by the Nobel committee’s decision in 1901.

Banyak penerima Nobel Peace Prize dalam tahun kemudian dapat diberikan ke salah satu dari dua kategori pertama kira-kira didirikan oleh Komite Nobel keputusan di 1901.

Hans Daae succeeded in placing Dunant’s part of the prize money, 104,000 Swiss Francs, in a Norwegian Bank and preventing access by his creditors.

Hans Daae berhasil menempatkan Dunant dari bagian dari hadiah uang, 104,000 Franc Swiss, di Norwegia Bank dan mencegah akses oleh para kreditur.

Dunant himself never spent any of the money during his life time.

Dunant dirinya tidak pernah mengeluarkan uang atas waktu selama hidupnya.

Kematian dan Memori

kuburan jhd

Grave of Henry Dunant.

Kuburan Henry Dunant

Among several other awards in the following years, in 1903 Dunant was given an honorary doctorate by the medical faculty of the University of Heidelberg .

Di antara beberapa penghargaan lainnya di tahun-tahun berikutnya, pada 1903 Dunant diberikan sebuah kehormatan doktor oleh fakultas medis dari University of Heidelberg.

He lived in the nursing home in Heiden until his death.

Dia tinggal di rumah sakit swasta di Heiden sampai kematiannya.

In the final years of his life, he suffered from depression and paranoia about pursuit by his creditors and Moynier.

Pada tahun terakhir hidupnya, ia menderita depresi dan paranoia tentang pengejaran oleh para kreditur dan Moynier.

There were even days when Dunant insisted that the cook of the nursing home first taste his food before his eyes to protect him against possible poisoning.

Bahkan ada hari ketika Dunant bersikeras bahwa memasak di rumah sakit swasta pertama rasa makanan itu sebelum dia mata untuk melindungi terhadap kemungkinan keracunan.

Although he continued to profess Christian beliefs, in his final years he spurned and attacked Calvinism and organized religion generally.

Meskipun ia terus menganut Kristen kepercayaan, di akhir tahun dia spurned dan menyerang Calvinism dan terorganisir agama secara umum.

According to his nurses, the final act of his life was to send a copy of Müller’s book to the Italian queen with a personal dedication.

Menurut perawat, yang bertindak akhir hidupnya adalah untuk mengirimkan salinan dari buku Müller ke italian queen dengan dedikasi pribadi.

He died on October 30, 1910, outliving his nemesis Moynier by just two months.

Dia meninggal pada tanggal 30 Oktober 1910, ia outliving oleh nemesis Moynier hanya dua bulan.

Despite the ICRC’s congratulations at the bestowal of the Nobel prize, the two rivals never reached a reconciliation.

Meskipun selamat dari ICRC pada penganugerahan dari hadiah Nobel, dua saingan tidak pernah mencapai rekonsiliasi.

According to his wishes, he was buried without ceremony in the Sihlfeld Cemetery in Zürich .

Menurut keinginan, dia dikuburkan tanpa upacara di Sihlfeld Cemetery di Zürich.

In his will, he donated funds to secure a “free bed” in the Heiden nursing home always to be available for a poor citizen of the region and deeded some money to friends and charitable organizations in Norway and Switzerland.

Menurut dia akan, ia menyumbangkan dana untuk yang aman “bebas tidur” Heiden di rumah sakit swasta yang akan selalu tersedia untuk warga miskin di wilayah dan deeded uang ke teman-teman dan organisasi sosial di Norwegia dan Swiss.

The remaining funds went to his creditors partially relieving his debt; his inability to fully erase his debts was a major burden to him until his death.

Sisa dana itu kepada kreditur sebagian relieving his hutang; nya ketidakmampuan untuk menghapus hutang itu adalah beban besar untuk dia sampai kematiannya.

His birthday, May 8, is celebrated as the World Red Cross and Red Crescent Day .

His birthday, 8 Mei, yang dirayakan sebagai Dunia Palang Merah dan Bulan Sabit Merah hari.

The former nursing home in Heiden now houses the Henry Dunant Museum .

Bekas rumah sakit swasta di rumah-rumah yang sekarang Heiden Henry Dunant Museum.

In Geneva and other places there are numerous streets, squares, and schools named after him.

Di Jenewa dan tempat-tempat lain ada banyak jalan-jalan, kotak, dan sekolah bernama setelah dia.

The Henry Dunant Medal, awarded every two years by the standing commission of the International Red Cross and Red Crescent Movement is its highest decoration.

The Henry Dunant Medal, diberikan setiap dua tahun oleh komisi yang berdiri Internasional Palang Merah dan Gerakan Bulan Sabit Merah adalah yang tertinggi hiasan.

His life is represented, with some fictional elements, in the film D’homme à hommes (1948), starring Jean-Louis Barrault , and the period of his life when the Red Cross was founded in the international film coproduction Henry Dunant: Red on the Cross (2006).

Hidupnya dilambangkan dengan beberapa unsur fiksi, dalam film D’homme à Hommes (1948), bintangi Jean-Louis Barrault, dan masa hidupnya bila Palang Merah didirikan di film internasional coproduction Henry Dunant: Merah di Salib (2006).

Referensi

Buku Inggris

• Henry Dunant: A Memory of Solferino. ICRC, Geneva 1986, ISBN 2-88145-006-7

• Pierre Boissier: History of the International Committee of the Red Cross. Volume I: From Solferino to Tsushima. Henry Dunant Institute, Geneva 1985, ISBN 2-88044-012-2

• Caroline Moorehead: Dunant’s dream: War, Switzerland and the history of the Red Cross. HarperCollins, London 1998, ISBN 0-00-255141-1 (Hardcover edition); HarperCollins, London 1999, ISBN 0-00-638883-3 (Paperback edition)

Buku Jerman

• Eveline Hasler: Der Zeitreisende.Die Visionen des Henry Dunant. Verlag Nagel & Kimche AG, Zürich 1994, ISBN 3-312-00199-4 (Hardcover edition); Deutscher Taschenbuch Verlag, München 2003, ISBN 3-423-13073-3 (Paperback edition) Mati Visionen des Henry Dunant.

• Martin Gumpert: Dunant.. Der Roman des Roten Kreuzes. Fischer Taschenbuch Verlag, Frankfurt 1987, ISBN 3-596-25261-X

• Willy Heudtlass, Walter Gruber: Jean Henry Dunant. Gründer des Roten Kreuzes, Urheber der Genfer Konvention. 4. Auflage. Verlag Kohlhammer, Stuttgart 1985, ISBN 3-17-008670-7

 

PMR RELAWAN MASA DEPAN 11/08/2009

Filed under: MATERI PMR — PMR PONPES ASSHIDDIQIYAH @ 6:37 am

gambar kepemimpinan

Pendahuluan

 

Coba tanyakan pada diri sendiri :

  1. Dalam situasi apa yang membuat kita tidak percaya diri untuk menjadi seorang pemimpin ?
  2. Bagaimana agar menjadi pemimpin yang baik di PMI?
  3. Apa manfaat kita menjadi seorang pemimpin ?

 

Namun perlu teman-teman ingat !!!

 

“Setiap orang itu unik, masing-masing pasti punya kelebihan dan kekurangan”.

 

Pemimpin adalah seseorang yang dapat memberikan pengaruh dan motivasi kepada diri sendiri maupun orang lain”.

 

“Memimpin adalah usaha untuk memotivasi dan mengubah potensi yang ada menjadi realitas”.

 

Tipe Kepemimpinan

 

1.      Kepemimpinan Positif

Pemimpin menganggap bahwa manusia pada hakekatnya bersedia untuk melakukan tugas dengan baik asal diberi kesempatan dan dorongan yang cukup.

 

2.      Kepemimpinan Negatif

Pemimpin menganggap bahwa manusia harus dipaksa untuk mau bekerja dan menjadi produktif.

 

3.      Kepemimpinan Otoriter

Pemimpin memusatkan kekuasaan dan keputusan.

 

4.      Kepemimpinan Partisipatif

Pemimpin mendelegasikan wewenang kepada bawahan.

 

5.      Kepemimpinan yang Lepas

Pemimpin bergantung sepenuhnya pada kelompok yang dipimpinnya.

 

Keterampian dalam Kepemimpinan

 

1.      Keterampilan teknis

Kemampuan untuk mengerjakan aktivitas tertentu.

 

2.      Keterampilan mengelola manusia

Kemampuan untuk bekerja dengan orang lain secara efektif dan membangun kerjasama yang baik dalam kelompok yang dipimpinnya.

 

3.      Keterampilan konseptual

Kemampuan untuk melihat usaha sebagai suatu keseluruhan terpadu.

 

Faktor yang mempengaruhi Gaya Kepemimpinan

 

1.      Kharisma pribadi pemimpin

  1.  
    1. intelegensia
    2. emosi yang stabil
    3. mempunyai motivasi dari dalam

 

2.      Orang yang dipimpin

Tingkat kreativitas, inisiatif dan dinamisme dalam kelompok mempengaruhi gaya kepemimpinan yang diterapkan.

 

3.      Situasi / Lingkungan

Tiap perubahan situasi membutuhkan perubahan dalam gaya kepemimpinan. Ini juga berarti bahwa seorang pemimpin harus fleksibel serta mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan keadaan.

 

Fungsi Pemimpin Kelompok

  1. berinisiatif
    1. megajukan tugas dan tujuan
    2. mengemukakan masalah yang timbul dalam kelompok
    3. menyarankan cara atau ide untuk menyelesaikan atau memecahkan masalah (pemecahan masalah)
  2. mencari informasi
    1. Meminta fakta atau keterangan benar yang ada kaitannya dengan tugas kelompok.
    2. Meminta penjelasan dari pihak lain seandainya diperlukan oleh kelompok
    3. Mengajukan saran yang bersifat membangun dan positif
  3. memberi informasi
    1. Menambah fakta
    2. Menambah penjelasan yang masih diperlukan
    3. Mengemukakan pendapat secara rasional
    4. Memberikan contoh teladan berdasarkan pengalamannya.
  4. mengatur, mengarahkan
    1. Menafsirkan atau mengembangka ide yang dicetuskan
    2. Memperjelas hal-hal yang kabur
    3. Menjelaskan istilah yang digunakan
    4. Merinci masalah yang ada
  5. menyimpulkan
    1. Mengumpulkan pendapat yang saling terkait
    2. Menyimpulkan saran setelah didiskusikan dengan kelompok
    3. Mengajukan kepada kelompok konsep keputusan untuk disetujui atau ditolak
  6. membantu, mendukung
    1. Menciptakan suasana persahabatan, kesetiakawanan, saling pengertian, saling memberi dan menerima
    2. Menghargai setiap anggota dan pendapatnya
  7. menjaga saluran komunikasi
    1. Menggalang partisipasi anggota kelompok
    2. Menyelelaraskan pandangan yang berbeda dan menengahi pertikaian yang ada
    3. Mengusahakan adanya kompromi yang sehat dan positif

 

Apa yang harus teman-teman lakukan sebagai pemimpin dalam PMR ?

  1. Anggota PMR Mula : memberikan contoh perilaku hidup sehat kepada teman sebaya (peer leader)..
  2. Anggota PMR Madya : memberikan motivasi atau dukungan untuk melakukan perubahan perilaku hidup sehat kepada teman sebaya (peer support).
  3. Anggota PMR Wira : menjadi pendidik tenaga sebaya perilaku hidup sehat (peer educator).

 

Menyampaikan Pesan

 

Diskusi, berbicara bahkan pada saat saling memandang atau lainnya sebenarnya apa yang kita lakukan tersebut adalah mencoba menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Proses penyampaian inilah yang disebut dengan komunikasi.

 

Proses Komunikasi :

  1. Satu arah
  2. Dua arah

 

Cara berkomunikasi, dibagi menjadi :

  1. Verbal, komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan bahasa lisan atau tulisan.
  2. Non Verbal, komunikasi yang dilakukan dengan bahasa gerak tubuh, bahasa isarat maupun ekspresi wajah.

 

Unsur-unsur yang harus ada dalam komunikasi adalah :

  1. Komunikator (pengirim pesan)
  2. Pesan
  3. Media / saluran
  4. Komunikan (penerima pesan)
  5. Umpan balik (feedback)

 

Hal-hal yang mendukung komunikasi adalah :

  1. kenali diri sendiri
  2. kenali orang lain
  3. mau mendengarkan
  4. memberi pernyataan yang jelas
  5. memberi umpan balik
  6. mau membuka diri.

 

Hal-hal yang menghambat komunikasi adalah :

  1. egois
  2. pemarah
  3. hubungan yang tidak serasi antar pengirim dan penerima
  4. pengalaman lampau yang tidak baik
  5. lingkungan yang buruk
  6. membeda-bedakan status sosial
  7. permusuhan
  8. kharisma
  9. stereotip
  10. bela diri

 

Kerjasama

Adalah bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama.

 

Unsur-unsur Kerjasama

  1. adanya tujuan yang sudah ditetapkan bersama
  2. ada pengaturan dan pembagian tugas yang jelas
  3. ada koordinasi
  4. kesediaan bekerja sambil memperhatikan dan menolong teman lainnya
  5. ada manfaat yang dirasakan semua pihak/orang yang terlibat.

 

Manfaat dari kerjasama adalah :

  1. Tugas dapat diselesaikan dengan waktu yang lebih cepat.
  2. Pekerjaan yang berat menjadi ringan.
  3. Bisa lebih akrab dengan teman-teman.

 

Faktor pendukung kerjasama adalah :

  1. Masing-masing pihak menghargai kelebihan dan kekurangan masing-masing
  2. Sama-sama paham tujuan kerjasama.
  3. Terbuka.
  4. Ada yang mau jadi koordinator.

 

Faktor yang menghambat kerjasama adalah :

  1. Tidak bertanggung jawab.
  2.  Egois (mau menang sendiri).
  3. Curiga atau suka mencurigai.
  4. Tidak bisa membedakan antara kerjasama dan sama-sama kerja.

 

Kelompok adalah kumpulan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan saling mempengaruhi kearah tujuan bersama.

Motivasi adalah sesuatu yang mendorong kita untuk mau berbuat dan berusaha.

 

TRI BAKTI PMR

 

1.      Meningkatkan Keterampilan Hidup Sehat.

Ingin jadi remaja yang berkarakter bersih dan sehat ? benar banget kalau teman-teman milih gabung di PMR. Karena di PMR kita belajar tentang pertolongan pertama, remaja sehat peduli sesama, kesehatan remaja, ayo siaga bencana dan donor darah sukarela.

 

2.      Berkarya dan Berbakti di Masyarakat.

Karena kita mahluk sosial, maka kehidupan kita gak pernah lepas dengan orang lain. Udah tahukah kalau membantu sesame itu penting ?. dan yang lebih penting, membantu sesama itu menyenangkan lho. Ngga salah lagi kalau teman-teman gabung di PMR, karena disini memang tempat berkumpulnya remaja yang peduli, kreatif dan bersahabat.

 

3.      Mempererat Persahabatan Nasional dan Internasional.

Pengen punya banyak temen ? dengan gabung di PMR, kita akan belajar bagaimana menjalin persahabatan dengan orang lain.

Sebagai contoh, teman-teman bisa lihat dan gabung di : www.my.opera.com/ghient atau di : www.pmraic2.wordpress.com atau masuk aja di facebook nya : ikhlas_pmr.aic2@rocketmail.com.

 

 

 

SUMBER MATERI :

Buku “PMR Relawan Masa Depan Materi Kepemimpinan Palang Merah Remaja”  terbitan Markas Besar PMI tahun 2008.

Buku “MATERI PENDIDIKAN PMR WIRA” terbitan Markas Besar PMI tahun 1991.

 

 

MATERI PENUNJANG PMR 03/08/2009

Filed under: MATERI PMR — PMR PONPES ASSHIDDIQIYAH @ 3:31 am
  1. Draff Seragam PMI (Pengurus, KSR, TSR & PMR)
  2. Donor Darah Dalam Pandangan Islam
  3. Download Lagu Mars PMI
  4. Panduan Fasilitator Leadership PMR Madya
  5. Panduan Fasilitator Leadership PMR Mula
  6. Panduan Fasilitator Kerjasama PMR Madya
 

SILABUS KEPEMIMPINAN (MADYA) 08/07/2009

Filed under: MATERI PMR — PMR PONPES ASSHIDDIQIYAH @ 4:04 am

SILABUS KEPEMIMPINAN PMR MADYA

Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Tujuan Pembelajaran Metode Alokasi Waktu Media Referensi
 

Pengertian Kepemimpinan

 

Pengertian pemimpin dan Kepemimpinan

 

 

Dapat menyebutkan pengertian pemimpin dan kepemimpinan

 

 

  • Permainan
  • Diskusi
  • Tanya jawab
  • FGD
  • Penugasan
1 x 45”  

  • Lakban/Tali plastik/Batako/Balok kayu
  • Panduan game
  • Kertas flipchart/manila
  • Spidol marker
  • Isolasi kertas
 

  • Panduan kepemimpinan madya

 

  • Referensi-referensi lain yg terkait
 

Dinamika Kelompok

 

a. Pengertian Dinamika Kelompok

 

b. Fungsi dan Peran Pemimpin Klp

 

c. Memimpin Tim / Kegiatan

d. Peran PMR dalam kelompoknya.

 

 

Setelah proses pembelajaran Pokok Bahasan ini,  pembelajar diharapkan mampu :

a. Peserta mengetahui  arti Dinamika Kelompok.

b.  Peserta dapat menyebutkan fungsi dan peran pemimpin kelompok.

  1. Peserta mulai dapat memimpin Tim / Kegiatan.

d.  Mengetahui peran PMR dalam kelompoknya.

 

 

  • Curah pendapat
  • Ceramah Informatif
  • Energizer 
  • Tanya Jawab
  • Penugasan
  • Diskusi Kelompok

   (FGD).

 

 

 

4 x 45”

  • White Board
  • Spidol
  • OHP
  • LCD
  • Kertas Flipchart
  • Gunting
  • Pipet
  • Isolasi
  • Lem
  • Dll yg mendukung.
  • Panduan Kepemimpinan PMR Madya.
  • Referensi lain yang terkait.
 
 

Kerjasama

  1. Pengertian Kerjasama
  2. Ciri-ciri Bekerjasama
  3. Pentingnya Kerjasama Team
  4. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam bekerjasama

 

Setelah proses pembelajaran topik ini,  pembelajar  diharapkan mampu :

1.     Menyebutkan pengertian

        kerjasama 

  1. Menyebutkan ciri-ciri

         kerjasama 

  1. Mengetahui pentingnya

        bekerjasama dalam team

  1. Menyebutkan hal-hal yang

         perlu diperhatikan dalam bekerjasama

 

-Ceramah

-Diskusi

-Permainan

-CurahPendapat

-Penugasan

 

3 x 45”

-Papan flipchart

-kertas

-spidol

-Pulpen

-gambar

 

-Buku Materi PMR Mula,Madya dan Wira-Markas Besar PMI-1991

-Buku Materi PMR Madya-Markas Pusat PMI- 2007

-Buku Bekerjasama-PT Raja Grafindo Persada-2006

 

  1. 4.                   Komunikasi
a.Pengertian Komunikasi

b.Cara berkomunikasi

c.Unsur-unsur Komunikasi

d.Hal-hal yang mendukung komunikasi

e.Hal-hal yang menghambat komunikasi

f.Cara berkomunikasi dalam keluarga dan sekolah

 

Setelah proses pembelajaran topik ini,  pembelajar  diharapkan mampu :

1. Menyebutkan pengertian komunikasi

2. Menyebutkan cara berkomunikasi

3. Menyebutkan unsur-unsur komunikasi

4. Menyebutkan hal-hal yang mendukung komunikasi

5. Menyebutkan hal-hal yang menghambat komunikasi

5.Menyebutkan cara berkomunikasi dalam keluarga dan sekolah

 

-Ceramah

-Diskusi

-Curah Pendapat

-Permainan

 

3 x 45”

-Flipchart

-spidol

 

-Buku Materi PMR

 Mula,Madya dan

 Wira-Markas Besar PMI-1991

-Buku Materi PMR

 Madya-Markas Pusat

 PMI- 2007

-Buku Komunikasi-

 

 

Jumlah jam X 45??    
 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.